Seorang teman berkomentar tentang foto yang saya upload ketika acara Java Jazz Festival minggu lalu, “Saya kok gak pernah berhasil yah kalo motret lowlight kayak gitu, mana objeknya bergerak pula?”

Well, saya coba menjawabnya disini. Beberapa kali berkesempatan untuk memotret sebuah acara musik di panggung dan berhasil mendapatkan foto (yang menurut saya baik) dan mengundang banyak komentar dan retweet dari fans musisi tersebut, boleh dong saya share beberapa tips memotret objek di atas panggung yang juga dikenal sebagai Stage Photography. Referensinya banyak sebenarnya di internet atau di majalah fotografi, namun disini saya share berdasarkan pengalaman selama ini, semoga bermanfaat.

java-jazz-2013-panggung

Low Light? Sebuah panggung yang baik akan mempunyai tata cahaya yang baik karena biasanya juga dipergunakan untuk kepentingan video. Arena penonton memang temaram dan cenderung gelap, namun disisi panggung akan cukup terang dan terkadang di tambah lampu sorot yang akan mengikuti vokalis atau komponen band lainnya.

Single Focus. Menyerahkan auto focus beberapa titik pada kamera kadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mengapa? Karena sensor akan mencari titik yang paling terang di panggung dan membuatnya terfokus disana. Baiknya menggunakan auto focus di satu titik saja, entah itu di tengah, di sisi kanan atau kiri tergantung komposisi yang ingin didapatkan. Arahkan fokus pada mata (bila terlihat) atau cukup pada kepala sang musisi. Bisa juga pada alat musik atau ekspresi yang menarik dari sang musisi.

java-jazz-2013-the-groove
java-jazz-2013-rieka-roeslan

Manual Mode. Cahaya pada panggung biasanya berubah-ubah, menggunakan Aperture atau Shutter Priority yang membuat kamera menentukan shutter speed atau aperture, kadang hasilnya juga tidak sesuai dengan yang diinginkan. Gunakan manual mode agar kamera konsisten dengan aperture dan shutter speed sesuai dengan yang diinginkan. Buat sedikit under exposure agar bias cahaya tertangkap dengan jelas.

Pilih Aperture Besar. Seringkali ada yang bertanya, “Ga repot bawa lensa fix?” Lensa fix yang sering saya gunakan untuk memotret adalah Canon 50 mm f1.8 dan bagi saya lensa ini mempunyai kemampuan yang melebihi harganya. Oke, lensa ini tidak mempunyai perbesaran dan jaraknya harus pas untuk menangkap objek, sedangkan saat di depan panggung mobilitas kita terbatas. Kuncinya adalah datang lebih awal agar mendapatkan spot yang baik sesuai dengan keinginan. Untuk lensa normal 50 mm, pengalaman saya selama ini, dengan berdiri tepat di depan panggung sudah cukup untuk menangkap full body hingga close-up dari sang musisi, terutama jika dia interaktif dengan penonton dan sering berjalan kesana kemari di atas panggung. Dengan menggunakan lensa ini saya masih bisa mendapatkan 1/160 atau 1/200 dengan f1.8 pada ISO 400. Aperture besar juga membuat kedalaman gambar (depth of field) menjadi lebih sempit sehingga gambar lebih fokus pada objek.

java-jazz-2013-dmasiv
java-jazz-2013-dmasiv-panggung
java-jazz-2013

ISO Tinggi. Gunakan ISO tinggi untuk mendapatkan Shutter Speed yang pas sehingga objek masih terlihat tajam. Setinggi apa ISO-nya? Pengalaman saya selama ini walau kamera digital mempunyai kemampuan ISO tinggi dan beberapa dipaksa tinggi secara digital, yang sering saya gunakan adalah kemampuan menengah dari maksimum ISO dari kamera yang saya gunakan. Misalnya kamera mempunyai maksimum 1600 dengan pilihan 100, 200, 400, 800 dan 1600, saya biasanya memilih rata-rata di 400 untuk kondisi di dalam ruangan dengan maksimum 800 jika terpaksa.

Manfaatkan Tata Cahaya. Seperti yang sempat saya tulis sebelumnya, panggung yang baik harus mempunyai tata cahaya yang baik. Gunakan bias cahaya sebagai bagian dari komposisi untuk menambah dramatisasi musisi di atas panggung. Dengan berkembangnya perangkat digital yang mampu merekam video dan banyak digunakan oleh penonton untuk merekam, kita bisa juga memanfaatkannya sebagai foreground dari objek yang difoto.

java-jazz-2013-craig-david-performed
java-jazz-2013-craig-david-foto
java-jazz-2013-craig-david

Tangkap Ekspresi. Setiap musisi biasanya mempunyai gaya atau ekspresi khas ketika sedang di atas panggung. Menangkap momen ini bisa memberikan kepuasan tersendiri karena telah berhasil menangkap momen yang menjadi ciri khasnya. Akan sangat beruntung jika sang musisi sering bergerak kesana kemari, kita bisa mengabadikannya dalam close up dan full body. Untuk mode wide yang menangkap gambar panggung secara keseluruhan bisa diperoleh pada beberapa lagu terakhir sambil bergerak meninggalkan panggung.