Kebaikan melawan kejahatan sering kali menjadi tema besar dari sebuah film, walaupun dibenci, peran antagonis selalu ditunggu dan bahkan terkadang sosok penjahat berkarakter sangat kuat dan ditunggu-tunggu. Sebut saja Magneto, The Joker, Profesor Moriarty, dan Voldermort yang sama kuatnya dengan lawannya, Profesor X, Batman, Sherlock Holmes dan Harry Potter.

Saya sendiri menganggap bahwa kebaikan dan kejahatan bukanlah sebuah hal yang melekat pada pribadi seseorang, tidak ada seorangpun yang terlahir baik atau jahat. Keadaan dan anggapan kaum mayoritaslah yang membuat seseorang di cap jahat atau baik menurut versinya. Misalnya orang tua yang tidak mau memberikan es krim ke anaknya yang sedang sakit, saya yakin hampir semua anak akan menganggap orang tua ini jahat.

Contoh lain misalnya kisah Robin Hood, orang-orang yang ditolongnya akan menganggap dia adalah seorang yang baik hati dan selalu ditunggu sedangkan Raja Nottingham menganggapnya sebagai penjahat yang mencuri kekayaan kerajaan.

Siapa yang salah?

Sebelum menjawabnya, saya ingin melihat dulu kisah dari film Maleficent yang merupakan tokoh antagonis dari kisah Sleeping Beauty, dia adalah penyihir hitam yang mengutuk Putri Aurora untuk tertidur pada ulang tahunnya yang ke-16 karena tertusuk jarum pemintal. Selama ini memang tidak pernah diceritakan asal mula mengapa dia menjadi jahat, apa yang menjadi latar belakangnya sehingga dia tidak suka dengan Putri Aurora.

Maleficent adalah seorang peri penjaga yang periang, baik hati dan sangat ramah. Ketika dia jatuh cinta pada seorang manusia bernama Stefan yang ternyata mengkhianati dirinya dengan memotong sayap demi mengejar kekuasaan, Maleficent marah dan berusaha untuk membalas perbuatan dari Stefan dengan mengutuk putri pertamanya. Ya, kejahatan dari Maleficent dipicu oleh kejahatan yang dilakukan oleh Stefan, sementara Stefan dianggap sebagai pahlawan dan kemudian diangkat menjadi raja.

Siapa yang salah?

Pada akhirnya kedua tokoh ini punya sisi protagonis dan antagonis disaat yang bersamaan, dan keadaan pada saat tertentulah yang membuatnya harus mengeluarkan salah satu sisi tersebut. Saya percaya, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya baik atau jahat, ada saatnya salah satunya lebih dominan apabila dilihat dari salah satu sisi saja.

Jadi, siapa yang benar?

Untuk menjawabnya, mari ukur diri sendiri dengan keyakinan bahwa sebesar apapun menganggap diri sudah baik, ada orang-orang diluar sana yang bisa jadi menganggap kita jahat, dan juga sebaliknya.

Setidaknya, itu menurut saya, bagaimana dengan Anda?

Image Header Source: http://www.hdwallpapers.in