Mendengar istilah ini pertama kali, saya langsung terbayang pada trial menyelam gratis, maklum saat itu pertama kali saya ke Lombok dan disana banyak dive center yang menawarkan paket menyelam, mungkin saking bersaingnya beberapa tempat menawarkan secara gratis, pikir saya. Namun ternyata bukan itu maksud dari istilah ini, free diving merupakan salah satu teknik menyelam tanpa menggunakan alat bantu pernafasan/scuba, namun mengandalkan kemampuan penyelam menahan nafas selama berada di dalam air.

free-diving

Teknik menyelam seperti ini sudah ada sejak lama, namun saat ini dengan berkembangnya teknologi, alat bantu berupa masker dan fin banyak digunakan agar mempermudah penyelam mencapai kedalaman yang diinginkan dan nyaman saat menikmati dunia bawah air. Jika snorkeling umumnya hanya berenang mengapung di permukaan air dengan menggunakan snorkel, free diver (sebutan untuk orang yang melakukan free diving) harus menahan nafas selama berada di air.


Tentunya karena ada resiko yang mungkin terjadi seperti kehabisan nafas dan tenggelam, untuk menghindari resiko tersebut diperlukan pelatihan teknik yang benar dan penyelam harus mengetahui batas kemampuan dirinya sendiri. Beberapa teknik yang perlu dipelajari adalah berenang atau menyelam dengan menggunakan fin, teknik vertical equalizing untuk menyeimbangkan tekanan dan ketenangan penyelam saat di bawah air agar waktu selam dapat lebih lama tanpa banyak udara yang terbuang karena panik atau karena teknik menyelam yang salah.

free-diving-static
free-diving-static-exercise

free-diving-senayan

Sebagai tahap awal, penyelam dapat melakukan penghitungan terhadap batas kekuatannya dalam menahan nafas. Latihan yang intensif setiap kali menahan nafas dan menambah waktu beberapa detik untuk menambah ketahanan tubuh menahan nafas perlu dilakukan agar semakin hari kemampuan penyelam semakin bertambah. Sebagai penyelam, saya rasa kemampuan untuk free diving seperti ini sangat baik sebagai tambahan kemampuan dalam menyelam, karena sangat berguna untuk melakukan penyelaman di perairan yang tidak terlalu dalam, sekedar mengambil foto terumbu karang atau foto narsis diri sendiri.

free-diving-fly
free-diving-pool
free-diving-pose

Untuk menambah pengetahuan dan kemampuan tentang free diving yang aman dan nyaman, saya mengikuti kegiatan Free Diving Open Water Session bersama instruktur Jason Hakim dari  @letsfreedive, yang merupakan pemegang Aida 4 pertama di Indonesia. Cuaca yang berubah dari terik, mendung dan kemudian hujan deras tidak menghalangi sesi latihan, bahkan kondisi air terkadang berkebalikan dengan cuaca di atas permukaan, air terlihat jernih walaupun sedang mendung dan hujan deras. Bertempat di sekitar dermaga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, selama 2 hari saya berlatih teknik free immersion dan constant weight yang dibagi dalam beberapa sesi.

Free Immersion

Free immersion merupakan teknik latihan untuk mencapai kedalaman tertentu dengan menggunakan seutas tali yang terpasang erat, sehingga penyelam bisa turun dengan memanfaatkan tali tersebut. Dengan target kedalaman 16 meter, langkah demi langkah tarikan tangan bergantian dengan ekualisasi yang perlu dilakukan untuk menyeimbangkan tekanan telinga di setiap penambahan kedalaman. Kepala, badan dan kaki perlu dijaga untuk tetap lurus dengan tali agar udara tidak terhalang dan tubuh dapat menahan nafas lebih lama, selain itu pikiran harus tetap tenang selama melakukan latihan.


Meter demi meter saya usahakan untuk mencapai target, namun kondisi badan yang kurang fit akibat flu ringan sepertinya menghalangi saya untuk mencapai kedalaman 16 meter. Setiap mencapai 8 atau 9 meter, telinga saya sudah sulit untuk ekualisasi sehingga saya perlu kembali ke permukaan. Setelah beberapa kali percobaan, kedalaman maksimal selama latihan ini mencapai 11.2 meter, yang menjadi titik terdalam saya selama berlatih free diving, mengingat rekor saya sebelumnya sewaktu latihan di kolam maksimal berada di kedalaman 5 meter.

free-diving-cloud
free-diving-pramuka
free-diving-pramuka-session
free-diving-session

Constant Weight

Mirip dengan free immersion, constant weight merupakan sebuah teknik lanjutan dalam free diving untuk mencapai kedalaman tertentu, bedanya pada teknik ini tidak menggunakan bantuan tali untuk turun atau kembali naik ke permukaan. Dengan satu tarikan nafas, setelah melakukan duck dive, dengan atau tanpa bantuan fins atau kaki katak, penyelam berusaha untuk mencapai kedalaman tertentu sambil terus melakukan ekualisasi untuk menyesuaikan tekanan pada telinga.

free-diving-constant-weight
free-diving-underwater
free-diving-up
free-diving-walking

Teknik masuk ke air dengan cara duck dive yang baik perlu terus dilatih agar tidak membuang banyak nafas, sehingga waktu di dalam air bisa lebih lama saat melakukan free diving. Dengan menguasai teknik duck dive dan constant weight yang baik, rekreasi saya untuk menikmati dunia bawah air tanpa bantuan peralatan SCUBA akan lebih aman dan nyaman, sehingga dapat menikmati pemandangan bawah laut atau memotret dengan lebih baik. Selain itu, latihan pernafasan dan penguasaan pikiran untuk tetap rileks perlu dilakukan agar waktu selama berada di bawah air bisa lebih lama.

Untuk yang sudah terbiasa atau bosan dengan snorkeling, tak ada salahnya menambah kemampuan dengan belajar selam bebas atau free diving yang komunitasnya mulai banyak di kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta dan Bandung.