Secara administratif, Kota Batam masuk ke dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura ini merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang. Kota ini juga dikenal sebagai Singapuranya Indonesia.

(sumber : batampos.co.id)

Kota Batam juga sudah menjadi kawasan perdagangan bebas Indonesia. Hal ini pula yang menjadikan kota tersebut sebagai surga belanja bagi kebanyakan wisatawan, terutama wisatawan lokal. Barang-barang yang dicari biasanya merupakan barang-barang elektronik hasil impor.

Selain wisata belanja, Batam juga memiliki potensi wisata lain yang tidak kalah menariknya. Salah satunya adalah wisata sejarah dan edukasi. Seperti beberapa obyek wisata berikut ini.

Batam Miniature House Indonesia

Jika di Jakarta ada TMII dan di Jawa Tengah ada Puri Maerokoco, maka Batam juga memiliki taman miniaturnya sendiri. Namanya Batam Miniature House Indonesia. Di sarana rekreasi ini, pengunjung dapat menikmati rumah-rumah adat dari seluruh provinsi di Indonesia sesuai bentuk aslinya, tetapi dengan ukuran mini. Tinggi rumah adat hanya sekitar 1,5 meter saja dan terbuat dari semen.

Tempat wisata ini bisa menjadi lokasi yang tepat untuk mengenalkan kepada anak-anak dan juga wisatawan asing tentang keanekaragaman budaya dari Indonesia dengan cara yang lebih menyenangkan.

Kampung Vietnam

Sesuai namanya, perkampungan yang berada di Pulau Galang ini pernah menjadi tempat tinggal mayoritas pengungsi dari Vietnam pada tahun 1970-an. Area permukiman dengan luas mencapai sekitar 80 hektare ini sekarang sudah tidak berpenghuni, hanya tersisa bekas-bekas bangunannya saja.

Bangunan-bangunan bersejarah yang bisa dijumpai di tempat wisata ini, antara lain adalah rumah tinggal dari kayu, pemakaman, tempat ibadah, hingga monumen perahu. Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum dari pusat kota.

Kota Mati Marina City

Sama seperti Kampung Vietnam, Kota Mati Marina City kini juga sudah tidak berpenghuni dan hanya meninggalkan bekas bangunan saja. Lokasinya ada di Tanjung Riau, Sekupang, Batam dan dulu pernah menjadi pusat perjudian besar yang ada di Kota Batam.

Karena keunikan bangunan tempo dulunya, Marina City kini lebih banyak didatangi oleh wisatawan untuk berfoto, baik untuk foto preweding atau menjadi ajang berkumpulnya para fotografer yang sedang berburu foto terbaik.

Hutan Wisata Mata Kucing

Obyek wisata yang satu ini merupakan tempat edukasi pengenalan binatang. Berbagai jenis binatang bisa ditemukan di sini, mulai dari burung bangau, buaya sepanjang 3 meter, hingga ikan raksasa Arapaima Gigas yang berada di kolam.

Lokasinya berada di Jalan Taman Bukit Golf, Tanjung Riau, Sekupang. Tidak hanya memiliki koleksi binatang eksotis saja, tempat wisata ini juga memiliki pemandangan hutan yang asri dan tentu saja, udara yang segar serta sejuk, bebas polusi.

Batam juga dikenal sebagai tempat dengan biaya hidup yang cukup tinggi. Namun, di kota ini masih bisa ditemukan berbagai penginapan dan rumah singgah dengan biaya hemat. Akomodasi terjangkau tersebut merupakan bagian dari Airy Rooms, jaringan hotel terbesar di Indonesia.

Tidak hanya terjangkau, pemesanan dan pembayaran hotel dari Airy juga sangat mudah. Tamu yang akan menginap bisa memesan kamar lewat aplikasi yang bisa diunduh dari Apple Apps Store atau Google Play Store atau bisa langsung melalui website Airy Rooms. Untuk pembayarannya, bisa dilakukan di seluruh gerai Indomaret, menggunakan kartu kredit, atau transfer antar bank.

Hotel murah di Batam ini memiliki jaminan fasilitas berkualitas yang sudah berstandar internasional. Rangkaian fasilitas yang ada, seperti pancuran air hangat di setiap kamar, air mineral gratis di dalam kamar selama menginap, kasur yang nyaman dan bersih, perlengkapan mandi, akses internet gratis, TV layar datar, dan masih banyak yang lainnya.

Kini, melancong ke Batam bukan hanya untuk berbelanja saja, tetapi juga untuk berkunjung ke tempat-tempat mendidik dan penuh dengan sejarah.