Jakarta menyimpan segudang cerita, sebagai tempat mencari nafkah, mencari cinta, atau sekedar mengadu nasib akibat ketidakmerataan pembangunan di Indonesia. Pemulung, pejabat, aktor, aktris, politisi semua berkumpul di Jakarta dengan gap yang sangat jelas. Lalu masih adakah hati nurani ditemukan di Jakarta? Salman Aristo mengemas 6 film pendek dengan format omnibus tentang hal ini dalam film terbarunya, Jakarta Hati.

Orang Lain

“Istri anda selingkuh dengan pacar saya!” dialog ini mengawali seorang pria yang tengah mabuk dengan seorang wanita muda di sebuah cafe. Dialog bergulir tentang apa yang kira-kira sedang ada dalam pikiran pasangan mereka sewaktu berselingkuh, hingga pada akhirnya mereka menyadari siapa yang sebenarnya menjadi orang lain dalam kisah cinta mereka masing-masing.

Cerita sederhana yang cukup dalam, terutama saat hati mereka harus memutuskan untuk tetap pada pasangan masing-masing atau berselingkuh.

Masih Ada

Seorang pejabat pemerintahan dengan susah payah berusaha pergi ke tempat meeting karena mobil yang biasa ditumpangi sedang berada di bengkel. Kali ini dia menjadi orang biasa yang sulit mendapatkan taksi, menumpang ojek sekaligus banyak mendengar masyarakat membicarakan tentang pejabat seperti dirinya yang dari kacamata mereka hanya peduli dengan perutnya dan tidak berpihak pada masyarakat kecil.

Korupsi, pembangunan toilet DPR miliaran rupiah, menjadi beberapa hal yang dikritisi dalam film ini. Pejabat tersebut dihadapkan pada keadaan dimana dia harus memilih antara menerima jatah korupsi untuk menyelamatkan istrinya yang sedang kritis atau menolak dan menyeret teman-temannya ke pengadilan.

Kabar Baik

Seorang polisi muda yang penuh integritas dan idealis sedang membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan terlapor yang tak lain adalah ayahnya sendiri yang telah lama meninggalkan dia dan keluarganya. Dengan dalih ulang tahun anaknya dan ingin memberikan hadiah spesial, sang terlapor meminta anggota polisi ini untuk mengantarkan hadiah tersebut jika dia ditahan. Sang polisi yang tidak langsung mempercayainya terus berusaha mengorek fakta pada sang ayah dan mencurigai beberapa kebohongan.

Dilema dihadapi oleh polisi ini untuk memilih meneruskan berkas dan ayahnya ditahan, atau tidak menahannya sama sekali. Selain itu dia dapat memendam rahasia bahwa ayahnya telah kembali, atau justru menceritakan kepada ibunya bahwa suami yang dicarinya ada di dekatnya sekaligus memberitahunya bahwa dia mempunyai adik, walaupun kebenarannya masih dipertanyakan.

Hadiah

Di tengah kondisi keuangannya yang sedang menipis, seorang penulis naskah yang semula idealis mulai goyah setelah seorang teman lama menawarkannya sebuah proyek film bertema horor picisan berjudul Pocong Impoten. Ditambah lagi anaknya meminta pada sang ayah untuk membelikan hadiah bagi kawannya yang berasal dari keluarga berada yang sedang berulang tahun. Dengan dia menerima proyek ini, dia dapat memperbaiki kondisi keuangan keluarganya sekaligus membantu temannya yang istrinya baru keguguran, namun harus merelakan idealismenya untuk menulis cerita bermutu dan tidak sekedar mengejar nilai komersil.

Idealisme yang goyah mungkin merupakan ide dari cerita ini, beragam masalah mendorong penulis ini untuk pasrah dan menerima tawaran yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Dalam Gelap

Dalam gelap di sebuah kamar, keadaan memaksa sepasang suami istri untuk saling jujur satu sama lain, menceritakan perselingkuhan masing-masing yang telah dilakukannya. Hal ini bisa jadi tidak akan terjadi andaikata tidak terjadi pemadaman bergilir, karena sang suami akan sibuk dengan gadgetnya dan sang istri akan melarikan diri dengan membaca novel kesayangannya.

Dalam gelap pasangan ini memilih untuk berterus terang, dalam gelap mereka terbuka, menyadari bahwa menunda kehamilan ternyata berdampak buruk pada perjalanan pernikahan mereka.

Darling Fatimah

Di sebuah pasar pagi, seorang janda bernama Fatimah yang berjualan kue basah mencari kepastian tentang hubungannya dengan seorang pemuda. Ketidakjelasan hubungan mereka memaksa Fatimah untuk melepaskan sang pujaan hati yang mempunyai perbedaan usia, status, dan asal-usul keluarga yang berasal dari etnis yang berbeda.

Berbeda dengan Fatimah yang pasrah karena dia menyadari statusnya sebagai janda, sang pemuda terus berusaha meyakinkan bahwa dia serius dengan hubungannya. Pemuda ini harus menggunakan hatinya untuk menentukan terus melanjutkan hubungan atau justru melepaskannya.

Akhir dari setiap kisah dibuat terbuka, sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda tentang bagaimana akhir dari kisah mereka masing-masing. Jakarta Hati menyajikan sepenggal kisah di beberapa sudut kota Jakarta, dimana semua tokohnya dihadapkan pada pilihan, dengan hati mereka sebagai penentu dalam mengambil keputusan.

Karena dibuat dengan format omnibus, tidak ada irisan waktu dan tokoh diantara keenam cerita, dan setiap kisah berdiri sendiri. Berbeda dengan film seperti Love/Cinta, Valentine’s Day dan New Years Eve yang walaupun setiap tokohnya mempunyai cerita masing-masing, namun ada tema besar yang membuat beberapa kisah saling beririsan waktu walaupun tidak bertemu secara langsung.