Adakah hal yang paling memacu adrenalin selain dikejar oleh pembunuh di tengah hutan belantara seorang diri? Apa pula yang lebih tinggi tingkatannya daripada pembunuh berantai psikopat tanpa motif setiap kali melakukan aksinya?

John Evans (Rio Dewanto) tiba-tiba terbangun di tengah hutan setelah terkubur hidup-hidup, tanpa ingat akan identitas dan keberadaan dirinya di hutan tersebut. Petunjuk tentang dirinya hanyalah sebuah kartu identitas dalam dompetnya dan sebuah foto keluarga dengan istri dan kedua anaknya. Tanpa arah, dia menemukan sebuah rumah di tengah hutan dimana dalam sebuah kamera video terungkap bahwa istrinya telah dibunuh dan keluarga yang tersisa adalah kedua anaknya yang hilang entah kemana. Teror demi teror kemudian membayangi setiap langkahnya di hutan tersebut, dibakar hidup-hidup dalam peti, hingga dikejar tukang jagal semalaman dan terkena panah. Perjuangan menemukan ingatan dan keluarganya berbekal pada petunjuk berupa jam yang secara berurutan berbunyi dengan waktu yang tidak berpola.

Menonton Modus Anomali ini penuh dengan ketegangan dan adegan yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. Suasana hutan didukung dengan pengambilan gambar dan audio yang saling melengkapi, sehingga aura thriller terdapat hampir sepanjang film. Berbagai twist di antara adegan membuat jalan cerita menjadi lebih kompleks dan menarik. Saat-saat dimana adegan mencapai anti klimaks ternyata justru merupakan jawaban atas teka-teki apa yang sebenarnya sedang terjadi di hutan tersebut.

Bagi saya film ini merupakan terobosan bagi film Indonesia dari sisi cerita dan karakter, tidak banyak dialog panjang yang membosankan, dan digantikan oleh mimik karakter utama yang dramatis dan pas dengan alur cerita. Bagi penggemar film dengan genre seperti Scream dan Identity, juga cerita pembunuh berantai psikopat lainnya, film ini sudah bisa disejajarkan dengan kedua film tadi.