Nike Indonesia baru saja menyelenggarakan Nike We Run Jakarta BAJAKJKT 2014 yang kembali mengambil tema #BAJAKJKT tanggal 13 Desember 2014 yang lalu dengan 1 kategori jarak sejauh 10 KM. Kesuksesan Nike We Run Jakarta tahun lalu membuat acara tahun ini penuh ekspektasi tinggi dari peserta. Terbukti acara ini diikuti oleh 8.959 peserta atau ada kenaikan sebanyak 2.764 peserta dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ini pihak penyelenggara banyak memberi kejutan pada peserta lomba, salah satu yang paling menghebohkan adalah membajak jalanan utama Jakarta di sabtu sore yang telah membuat berbagai respon positif maupun negatif dari peserta dan pengguna jalan raya dan ramai di media sosial.

bajakjkt-2014-you-vs-jkt

Berikut ini 5 kejutan dari penyelenggaraan Nike We Run Jakarta #BAJAKJKT 2014 yang saya rasakan sebagai salah satu peserta.

1. Training T-Shirt yang Menghebohkan

Kejutan yang pertama datang saat menerima email dari Nike Indonesia mengenai Expo di Level II – Foundry 8, SCBD Sudirman tanggal 13-16 Oktober 2014 dimana peserta yang telah terdaftar berhak untuk mendapatkan sebuah Kaos Nike Run Club jika menghadiri Expo tersebut dan tidak dapat diwakilkan sama sekali. Peserta yang langsung mendaftar saat Expo juga bisa langsung mendapatkan kaos tersebut. Kehebohan ramai di media sosial dari peserta yang tidak dapat hadir, entah karena domisili atau waktu Expo yang memang pada hari kerja sehingga tidak ada kesempatan untuk menghadirinya saat akhir pekan.

2. Membajak Lapangan Terbang Pondok Cabe untuk Training

Sebuah latihan lari interval diadakan oleh Nike Indonesia sebagai bagian dari #BAJAKJKT tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, pihap penyelenggara mengadakannya di Lapangan Terbang Pondok Cabe. Yang mengejutkan bukan hanya dari lokasinya, namun juga waktunya di Sabtu malam tanggal 15 November 2014 jam 8.30 hingga jam 1 dini hari.

Peserta yang belum mendapatkan kaos Nike Run Club berkesempatan untuk mengambilnya pada event ini, dengan datang langsung dan tidak bisa diwakilkan.

Hal lain yang menghebohkan adalah terbatasnya slot peserta sehingga yang kalah cepat hanya bisa menggigit jari membayangkan keseruannya.

3 . Pengambilan Racepack

Berbeda dengan event lari sebelumnya yang pengambilan racepacknya terpusat di satu lokasi, untuk event ini pengambilan racepack bisa dipilih di beberapa Nike Store yang terbsebar di Jakarta dan dipilih saat pendaftaran.

Kehebohan terjadi karena waktu pengambilan yang berbeda-beda di setiap lokasi. Peserta harus jeli memperhatikan email dari panitia karena di beberapa tempat pengambilan racepack terbatas hanya 2 hari yang telah ditentukan.

4. Konfirmasi Rute 7 hari sebelum Event

bajakjkt-route

Kejutan berikutnya adalah tidak adanya booklet lomba dalam isi racepack, yang didapatkan oleh peserta adalah Kaos Lomba, Timing Chip (ChampionChip) dan Gelang target yang nantinya berguna untuk membagi waktu Start peserta sesuai dengan target waktu yang ingin dicapai.

Tidak ada informasi resmi mengenai lokasi lomba dan rute yang akan dilalui peserta, sementara di media sosial mulai beredar potongan rute lomba.

Hingga pada akhirnya 7 hari sebelum event, panitia mengirimkan tautan booklet lomba yang bisa diunduh melalui internet. Dan benar saja, saya terkejut melihat event ini karena kami benar-benar akan membajak jalanan utama Jakarta di sore hari, rute lomba mengambil tempat dari Lapangan Banteng mengitari Jalan Gunung Sahari, Pasar Baru, Monas dan kembali ke Lapangan Banteng.

5. Membajak Tengah Kota Jalanan Jakarta

bajakjkt-2014-runners

Rute ini tentunya mengagetkan peserta lomba, terutama dari sisi keamanan karena berbatasan langsung dengan kendaraan yang melintas. Berbagai kekhawatiran mulai terjadi apakah rute ini akan steril dari kendaraan bermotor.

bajakjkt-start

bajakjkt-2014

Hasilnya, lomba pun dimulai dan penjagaan ekstra ketat dilakukan oleh aparat untuk mengamankan pelari dan membatasi dengan kendaraan bermotor. Pelari yang start duluan mungkin sangat merasa aman dan kendaraan bermotor masih sabar dan antusias melihat pelari berkaos hijau cerah melewati mereka.

Impresi negatif dirasakan oleh pelari yang mulai mendapatkan tatapan sinis dan bunyi klakson panjang dari pengendara mobil dan motor. Saat saya melintasi area monas misalnya, bunyi klakson dari pengendara motor langsung disambut dengan teriakan, “Woooooooo.” dari pelari, sementara sebagian lainnya bertepuk tangan, entah salah satu bentuk apresiasi membiarkan jalanan mereka dipakai untuk berlari atau bukti bahwa pelari berhasil membajak jalanan.

bajakjkt-2014-you-vs-macet

Terlepas dari pro kontra yang terjadi pada acara ini, ada 3 hal yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua.

1. Rute Alternatif 10K – Panitia yang merumuskan rute untuk membajak jalanan perlu diapresiasi karena menjawab kebosanan rute 10K di Jakarta yang berbeda dari biasanya. Panitia pasti telah membayar mahal agar diijinkan untuk menggunakan rute ini.

2. Lebih Bijak Memilih Race – Berbagai misteri yang terjadi selama Nike We Run Jakarta seperti Lokasi dan Rute Lomba dapat dijadikan sebagai pelajaran untuk event berikutnya, Jika dirasa tidak sehat dan aman dari sisi peserta ada baiknya tidak perlu ikut mendaftar dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

3. Menghargai Sesama – Bukan hanya kali ini saya merasakan tatapan sinis dari pengendara kendaraan bermotor, saat Jakarta Marathon 2013 ketika jalanan utama ditutup lebih dari 7 jam dan menimbulkan kemacetan, kebanggaan menyelesaikan Marathon tertutupi oleh komentar miring seputar penutupan rute. Menutup ruas jalanan ibukota tanpa ada alternatif pengalihan jalur dan sosialisasi yang baik dapat menimbulkan kemacetan yang berdampak panjang. Panitia perlu mencari cara agar mobilisasi massa dapat tetap berjalan dengan baik dengan tidak menggunakan jalur Trans Jakarta sebagai rute lari.

 

PLACE 4118
NAME RIZKY ARDIANTO
BIB # 10785
TIME 1:29:22
CHIP 1:25:25
PACE 8:33
CATEGORY M25+
CAT. PLACE 2060/3523
GENDER PLACE 3245/5533
NATION INA
5.0 KM 0:37:34
7.9 KM 1:05:04

Hasil Lomba http://staging.bajakjkt10k.com/results.html