Kehadiran siaran digital televisi di Indonesia sudah sejak tahun 2008-2009 diperkenalkan oleh Depkominfo dengan menggelar uji coba layanan di Jakarta dan menyiarkan beberapa saluran televisi seperti TVRI, SCTV, Metro TV, Trans TV dan TV One. Kala itu teknologi yang dipergunakan adalah DVB-T dengan kompresi gambar MPEG-2 yang menjanjikan gambar yang lebih jernih dibanding siaran analog dan mampu menayangkan hingga 8 saluran pada sebuah kanal dan dilengkapi dengan Electronic Program Guide (EPG) seperti halnya pada siaran televisi berbayar melalui kabel atau satelit. Distributor mulai menjual set-top-box DVB-T dan berbagai merk televisi mulai membenamkan dekoder siaran digital untuk keluaran tipe terbarunya, hal ini karena direncanakan bulan Juni 2015 nanti adalah batas akhir siaran analog sehingga diharapkan masyarakat sudah bersiap untuk melakukan migrasi sebelum layanan siaran analog dihentikan.

Sayangnya di tengah uji coba publik tersebut, layanan sempat terhenti beberapa waktu dan hingga tahun 2013 hanya menyisakan 4 saluran TVRI dengan kualitas yang seadanya. Saluran swasta lainnya dikabarkan berhenti menyiarkan siaran digital karena terkendala ijin uji coba yang telah habis.

set-top-box-dvb-t2

Saat ini, Depkominfo kembali melakukan uji coba layanan siaran digital, namun dengan teknologi yang berbeda dari sebelumnya, siaran digital menggunakan DVB-T2 yang merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya menjanjikan siaran hingga 12 saluran per kanal frekuensi. Hal ini berarti set-top-box dan televisi yang menggunakan teknologi DVB-T tidak lagi dapat menerima siaran digital dan harus mengganti atau menambah perangkatnya agar bisa menerima siaran dengan teknologi yang baru. Siaran televisi digital dapat dinikmati di berbagai kota di Indonesia secara gratis (Free to Air).

Keuntungan yang saya rasakan mengenai televisi siaran digital adalah kualitas gambar dan suara yang lebih baik, hampir sama dengan streaming tv online, tidak berbintik dan berbayang seperti televisi siaran analog di Jakarta, bisa jadi hal ini terjadi karena banyak terhalang oleh gedung tinggi. Siaran digital juga dilengkapi dengan EPG (Electronic Program Guide) yang berguna untuk melihat dan mengingat jadwal siaran, dan juga fungsi untuk merekam siaran langsung ke flash disk atau HDD eksternal. Hal ini tentunya sangat bermanfaat dan penting karena dapat melihat dan merekam siaran Piala Dunia FIFA 2014 yang hak siarnya dipegang oleh ANTV dan TV One, yang keduanya sudah hadir dalam format siaran tv digital dan semoga siarannya tidak diacak.

Berikut ini informasi saluran uji coba siaran tv digital yang dapat dinikmati oleh masyarakat di beberapa kota di Indonesia:

  • Jabodetabek dan sekitarnya: MetroTV, B Channel, TV One, TV One Sport (SportOne), ANTV, Berita Satu TV, Mix TV, TransTV, Trans7, Kompas TV, TVRI 1, TVRI 2, TVRI 3, TVRI 4, SCTV, Indosiar dan O Channel
  • Bandung dan sekitarnya: ANTV, TvOne, MNC-Network, TVRI-Nasional, TVRI Jabar, MetroTV, Indosiar, RCTI, GlobalTV, MNCTV, TransTV, Trans7, SCTV, Kompas TV, Indosiar.
  • Yogyakarta dan sekitarnya: MetroTV, MNCTV, RCTI, GlobalTV, TransTV, Trans7, KompasTV.
  • Semarang, Kendal, dan sekitarnya: RCTI ,MNC TV,TransTV ,Trans7, Metro TV, Kompas TV
  • Surabaya dan sekitarnya: TVOne Digital, ANTV Digital, MetroTV Digital, BBS Digital, KompasTV, Net, TVRI 3 Digital, TVRI Nasional Digital, TVRI Surabaya Digital, RCTI Digital, MNCTV Digital, GlobalTV Digital, TransTV Digital, Trans7 Digital.
  • Karesidenan Solo (meliputi Solo, Karanganyar, Klaten, Sragen dan Boyolali): MetroTV, MNCTV, GlobalTV, RCTI, TransTV, Trans7, Kompas TV.
  • Purwokerto dan sekitarnya: MetroTV, TvOne, ANTV, Indosiar, SCTV
  • Karanganyar, Kebumen dan sekitarnya: SCTV, Indosiar, TVOne, ANTV.
  • Cilacap dan sekitarnya: SCTV, Indosiar, TvOne, ANTV
  • Gresik dan sekitarnya: ANTV, TvOne, Indosiar, TransTV, Trans7, TVRI 1, TVRI 2, TVRI 3, MetroTV, SCTV
  • Sidoarjo dan sekitarnya: TVOne, ANTV, MetroTV, BBSTV, LP3M MTI 3-12, TransTV, Trans7, KompasTV, TVRI Nasional,TVRI Surabaya, TVRI 3, RCTI, MNCTV.
  • Malang dan sekitarnya: SCTV, Indosiar, RCTI, MNCTV, GlobalTV, MetroTV, BBSTV Malang, NDTV, B Channel
  • Kediri dan sekitarnya: SCTV, Indosiar, MetroTV1, BBSTV, MetroTV2, MetroTV3
  • Batam, Kepulauan Riau: Indosiar, SCTV, MNC TV, Global, RCTI, Trans7, TransTV. Selain itu bisa menangkap puluhan channel (ada sekitar 71 channel) dari Malaysia dan Singapura.
  • Cirebon dan sekitarnya: MetroTV dan BChannel, Trans7, TransTV, ANTV, TVOne
  • Purworejo dan sekitarnya: MNC TV, RCTI, Global, SCTV dan Indosiar
  • Brebes, Tegal, Pemalang, Jawa Tengah dan sekitarnya: TvOne, ANTV, Indosiar, SCTV, RCTI, MNC TV, Global TV
  • Blora dan sekitarnya: MetroTV
  • Kediri, Trenggalek, dan sekitarnya: Indosiar, SCTV, BBSTV, Metro TV
  • Pati dan sekitarnya: MetroTV, RCTI, GlobalTV, MncTV, TransTV, Trans7, KompasTV.
  • Wonosari dan sekitarnya: TransTV, Trans7
  • Kudus dan sekitarnya: TransTV, Trans7, KompasTV, RCTI, MNCTV, GlobalTV.
  • Muntilan dan sekitarnya: MNC TV, RCTI, Global TV, dan MetroTV
  • Purwokerto dan sekitarnya: SCTV, Indosiar, MetroTV, TV One dan ANTV
  • Blitar dan sekitarnya: ANTV, TV One, SCTV, Indosiar, Metro TV
  • Banjarmasin dan Samarinda dan sekitarnya: MNC TV, RCTI, Global TV
  • Sumedang dan sekitarnya: MetroTV, TVRI, TransTV, Trans7, Kompas TV
  • Jember dan sekitarnya: MetroTV, ANTV, TV One, SCTV
  • Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan sekitarnya: MetroTV, RCTI Digital, MNC Digital, GlobalTV Digital, TransTV Digital, Trans7 Digital
  • Sragen dan sekitarnya: MNC TV, Global TV, RCTI
  • Cilegon dan sekitarnya: Berita Satu TV, Mix TV, Metro TV

Sumber informasi:

  • https://twitter.com/TVDigital_IDN
  • https://www.facebook.com/TVdigitalmurah
  • http://tvdigital.kominfo.go.id/