Negara-negara di Asia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja dan Vietnam adalah beberapa negara yang telah lama dikenal sebagai surganya para backpacker dunia, entah sebagai tempat transit maupun negara tujuan. Negara-negara tersebut cukup nyaman untuk dipilih dan dijelajahi karena begitu banyak turis dari seluruh dunia yang berkunjung kesana meskipun bepergian solo traveling atau seorang diri.

Puas menikmati Kota Angkor dan objek wisata lainnya di Kamboja, saya melanjutkan perjalanan menuju Vietnam sebelum kembali ke Indonesia. Tak banyak sarana transportasi dari Kamboja ke Vietnam atau sebaliknya. Namun wisatawan tetap mempunyai pilihan, yaitu menggunakan pesawat terbang dengan maskapai yang terbatas dan tarif premium seperti vietnam airlines atau lewat darat yang harganya lebih murah.


Untuk menghemat budget akomodasi dan transportasi (penting untuk solo travel), saya memutuskan untuk menggunakan bis malam dengan tarif 20 USD, dengan begini saya dapat menghemat biaya hotel selama satu malam dan akan tiba di Vietnam keesokan harinya.

Perjalanan dari Kamboja ke Vietnam memakan waktu sekitar 12-15 jam. Bis berhenti di Virak Buntham, Phnom Penh dimana seluruh penumpang harus membawa dan memindahkan bawaannya untuk berganti bis dengan bis lainnya yang akan meneruskan perjalanan menuju Ho Chi Minh City. Perjalanan selama ini termasuk dengan proses di imigrasi perbatasan kedua negara.

Tiba di Ho Chi Minh City, bis mengakhiri perjalanannya di Distrik 1. Sebelum berhenti, saya sempat melihat hotel tempat saya menginap yang ternyata tak jauh dari perhentian bis, dengan berjalan kaki kurang dari 3 menit saya tiba di hotel bintang 2 dengan tarif 26 USD per malam. Di kota ini saya mempunyai waktu kurang dari 24 jam sebelum keesokan harinya kembali meneruskan perjalanan ke tanah air. Dengan waktu sesingkat ini, saya berusaha untuk menyusun perjalanan menjelajahi sebanyak mungkin tempat menarik di kotanya Paman Ho ini. Ho Chi Minh City ini menarik dan tidak semahal Kamboja. Tarif makanan dan minumannya relatif sama dengan Jakarta dengan tiket masuk ke beberapa objek wisata yang terbilang murah.

Pho

Pho

Usai check-in, tak lupa untuk mencoba makanan khas Vietnam, Pho pada menu makan siang saya. Pho adalah sejenis sup yang berisi sayuran dan daging dalam kuah bening. Sambil menyusun rencana perjalanan, tak ada salahnya untuk mampir di kedai kopi yang bertebaran di penjuru kota sambil menikmati kopi Vietnam yang tersohor.

Tempat yang akan saya kunjungi semuanya terdapat di Distrik 1 dan dapat dicapai dengan berjalan kaki. Dengan panduan salinan peta yang saya dapat dari resepsionis hotel, dengan navigasi sederhana dengan mudah seluruh tempat yang ingin dikunjungi dapat ditemukan.

Reunification Palace

Dulunya merupakan Istana Presiden Republik Vietnam Selatan, bangunan bergaya modern ini kini menjadi salah satu tempat yang menarik banyak wisatawan. Di dalamnya terdapat berbagai jenis ruangan lengkap dengan ornamen yang menunjukkan kegemaran Presiden pada masanya. Ruang rapat, perpustakaan, teater dan ruang makan adalah beberapa di antaranya.

Reunification Palace 01

Salah satu ruangan di Reunification Palace

Reunification Palace 02

Salah satu ruangan di Reunification Palace
War Remnants Museum

Merupakan salah satu peninggalan penting untuk mengenang perang Vietnam, museum ini berisi kisah tragis dari sejarah Vietnam. Dokumentasi perang Vietnam dalam bentuk fotografi, senjata, pakaian dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan perang Vietnam tahung 1959-1975. Tujuan dari didirikannya museum ini adalah sebagai bahan riset, pengumpulan data, mempertahankan bukti sejarah, dan menampilkannya pada publik untuk menunjukkan efek dan konsekuensi dari peperangan.

War Remnants Museum 01

Pengunjung menyaksikan bukti sejarah perang vietnam dalam bentuk foto.

War Remnants Museum 02

Foto-foto dramatis peninggalan Perang Vietnam.
Notre Dame Cathedral

Salah satu tempat wisata di Vietnam yang tak jauh dari War Remnants Museum adalah gereja tua Notre Dame Cathedral. Tak sulit untuk menemukannya karena dengan jelas ciri khasnya terlihat kontras dengan bangunan lain di sekitarnya. Gereja ini mempunyai 2 buah menara di bagian depan dan sebuah patung Bunda Maria yang menarik banyak pengunjung untuk sekedar berpose di depan gedung peninggalan masa penjajahan Perancis ini.

Cathedral 01

Notre Dame Cathedral

Cathedral 02

Patung Bunda Maria di bagian depan gereja
Central Post Office

Di tengah gempuran teknologi digital, kantor pos ini masih berdiri kokoh dan beroperasi hingga saat ini untuk mengantarkan surat, paket, maupun kartu pos, letaknya persis di seberang Gereja Katedral. Banyak wisatawan asing yang memanfaatkannya untuk mengirim kartu pos melalui kantor pos ini ke kerabatnya. Sejumlah telepon umum juga berjajar rapi di dalam gedung, pengunjung dapat dengan mudah menghubungi keluarga atau sekedar mengobrol dengan kawan di kota lain.

Central Post Office

Kantor Pos
Opera House

Gedung ini juga merupakan salah satu peninggalan masa penjajahan Perancis. Letaknya berdekatan dengan Town Hall, bangunan yang telah di restorasi ini merupakan sebuah gedung opera berkapasitas 1800 orang.

Opera House

Gedung Opera
Town Hall

Bingung dimana tempat menghabiskan malam di Ho Chi Minh City? Menghabiskan senja hingga malam di depan gedung ini bias menjadi sebuah pilihan. Dengan arsitektur yang bergaya colonial, dengan tata cahaya yang menarik gedung ini mengundang penikmat senja dan fotografer untuk mengabadikannya.

City Hall

Town Hall
Ben Thanh Market

Merupakan arena pasar yang buka hingga senja, namun di malam hari pesonanya masih tetap terasa. Di sekitar pasar terdapat sejumlah pedagang yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Umumnya menjual pernak-pernik khas Vietnam yang bias dijadikan sebagai oleh-oleh. Selain itu bagi penikmat kuliner juga dapat mencicipi hidangan khas Vietnam dan tak lupa pencuci mulutnya berupa buah-buahan segar bias dengan mudah ditemukan di sekitar pasar tua ini.

Ben Thanh Market

Ben Thanh Market

Bepergian solo travel kurang dari 24 jam di kota ini memang terasa jauh dari cukup. Masih banyak destinasi wisata yang dapat dijelajahi andaikan saya mempunyai waktu lebih lama di kota ini, Saigon River, Ho Chi Minh Museum, Jade Emperor Pagoda, dan Cu Chi Tunnel adalah beberapa diantaranya. Namun semalam di Vietnan menyimpan kepuasan tersendiri karena saya dapat melihat lebih dekat kondisi kota dan berinteraksi langsung dengan sebagian kecil masyarakat yang tinggal disini.