Perlu waktu 20 tahun untuk menunggu Stand Up Comedy diterima di Indonesia, papar Ramon Papana saat Talkshow Komedi Indonesia usai 6 stand up comedian beraksi di atas panggung @america pada acara Stand Up for Unity, Comedy for Diversity, di Pacific Place, Jakarta, tanggal 22 Mei 2012 semalam. Saya mengenal Stand Up Comedy sendiri setelah salah seorang teman mengirim link video YouTube yang berisi Panji Pragiwaksono dan Raditya Dika sedang melakukan aksinya.

Walaupun sebagian orang yang saya kenal menganggap aneh melihat seseorang cuap-cuap sendiri, saya tetap menikmati komedi dengan cara seperti ini. Akhirnya setelah Kompas TV mengadakan audisi Stand Up Comedy Indonesia, kini keberadaan mereka hampir dapat dinikmati setiap hari di Kompas TV dan Metro TV.

stand-up-for-unity-comedy-for-diversity-01
stand-up-for-unity-comedy-for-diversity-02
stand-up-for-unity-comedy-for-diversity-03

Acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini menghadirkan aksi panggung dari 6 comic – sebutan untuk stand up comedian, yang dipandu oleh Bahtiar Manurung. Mereka adalah Dwika Putra, Hakim, Liongky Tan, Dana Pandawa, Damar Prakosa dan Reggy Hasibuan, yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Sesuai tema acara, mereka mengetengahkan tentang perbedaan-perbedaan di tengah masyarakat Indonesia, baik itu suku, agama, sudut pandang, yang dikemas ala stand up comedy. Lady Gaga, etnis Arab, etnis Cina, suku di Indonesia, Justin Bieber hingga Syahrini sempat diulas dengan bahasa komedi yang mengundang gelak tawa dari penonton. Salah satu hal yang saya suka adalah disini, comic dapat menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang lugas, to the point dan tidak bertele-tele, sehingga tidak mengarah pada penafsiran ganda, dengan demikian, hal yang ingin ditonjolkan dapat lebih terarah dan tepat sasaran.

stand-up-for-unity-comedy-for-diversity-04
stand-up-for-unity-comedy-for-diversity-05
stand-up-for-unity-comedy-for-diversity-06

Topik menarik yang diangkat oleh Reggy Hasibuan sebagai comic terakhir aalah tentang kebanggaan kita terhadap sesuatu, dimana kadang kita memang tidak punya pilihan selain membanggakan hal tersebut. Dia menyebutkan, suku batak, jawa, sunda, mereka tidak punya pilihan selain menerima bahwa mereka lahir di daerah tersebut dan “terpaksa” membanggakannya, toh dia tidak bisa meminta pada orang tuanya untuk dilahirkan atau tidak dilahirkan di daerah tertentu, atau dari keturunan suku tertentu.