Setelah 18 tahun tidak menggelar konser di Indonesia, Gordon Matthew Thomas Sumner atau yang lebih dikenal dengan Sting kembali menggelar konser di Jakarta sebagai penutup rangkaian Back to Bass Tour 2012. Lokasi konser bertempat di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol. Berbekal tiket yang merupakan hadiah kuis dari @MensHealthIndo, saya menyaksikan konser ini yang berlangsung meriah pada tanggal 15 Desember 2012.

Penonton mulai memadati lokasi acara selepas senja, dan bersabar menunggu pintu masuk yang dibuka mulai jam 7 malam. Suasana yang tertib mengantarkan fans dari Sting ke indoor stadium MEIS. Acara yang sedianya dimulai jam 8 malam seperti tertera pada tiket tidak berlangsung tepat waktu. Sebagian penonton di kelas Premium Festival mulai tidak sabar dan berteriak meminta acara untuk segera dimulai.


Rolling Stone Magazine

Akhirnya jam 20.45 Sting naik ke panggung dan membuka konser Back to Bass dengan lagunya, If I Ever Lose My Faith In You, dilanjutkan dengan hits lainnya seperti Englishmen In New York, Fields of Gold, Message in a Bottle, Shape of My Heart, dan I’ll be Watching You. Tak hanya itu, sambil membawa boneka rubah yang bernama Mr. Fox, Sting menyanyikan lagu The End of the Game. Lebih dari 15 lagu secara berurutan dinyanyikan tanpa jeda panjang hingga akhirnya ditutup dengan Fragile dalam versi akustik sebagai anti klimaks dari konser ini.

sting-back-to-bass-tour-jakarta-01
sting-back-to-bass-tour-jakarta-02
sting-back-to-bass-tour-jakarta-03
sting-back-to-bass-tour-jakarta-04
sting-back-to-bass-tour-jakarta-05

Penonton terlihat sangat antusias ikut bersenandung lagu hits dari Sting maupun The Police dan sesekali Sting berinteraksi dengan penonton bergantian menyanyikan lagu seperti berbalas pantun. Konser ini patut diacungi jempol karena penampilan Sting dan band pengiringnya terlihat, terdengar, dan terasa sangat baik. Stamina dan vokalnya yang prima di tengah usianya yang telah mencapai lebih dari 61 tahun masih mampu menghibur seluruh fans yang menyaksikannya secara langsung selama sekitar 2 jam.

Sayangnya kamera tipe profesional sekelas DSLR tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam venue, alhasil foto diambil dengan menggunakan ponsel Sony Ericsson Xperia Arc S. Tidak mengecewakan, bukan?