Ayo!

Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakan salah satu teman untuk mencoba Paralayang di kawasan Puncak, Jawa Barat. Kawasan ini sudah biasa dijadikan sebagai tempat latihan bagi atlet paralayang setiap akhir pekan dan beberapa tahun terakhir ini mulai menawarkan paralayang sebagai salah satu bentuk rekreasi dengan terbang tandem bersama instruktur atau yang juga disebut pilot.

Paralayang adalah salah satu bentuk olahraga dirgantara yang menantang, memacu adrenalin, dan sudah lama ingin saya coba. Dengan resiko yang mungkin terjadi, olahraga ini dipandang ekstrem sehingga tak banyak teman yang berminat untuk mencobanya. Karena sangat tergantung pada keadaan cuaca, walaupun sudah reservasi beberapa hari sebelumnya, tak ada kepastian pada harinya kami bisa terbang tandem. Alhamdulillah hari ini indah, cuaca cerah dan instruktur mengatakan bahwa kami bisa terbang.

persiapan-paralayang

Sejenak kami menunggu persiapan yang dilakukan oleh penerbang paralayang. Dari kejauhan tampak beberapa klub tampak sedang bergantian latihan terbang, ada yang masih tandem dan banyak yang sudah terbang solo. Samar-samar terdengar suara instruktur yang tegas mengawasi siswanya. Saya pribadi merasa tak heran dengan ketegasannya – yang cenderung galak – karena jika salah persiapan, nyawa yang menjadi taruhannya.

gear-up

Helm: OK!

Nyali: Siap!

“Jangan ragu untuk melangkah!”, begitu pesan dari pilot yang akan menemani saya selama terbang tandem saat paralayang. Berbeda dengan terjun payung, pada olahraga ini parasut harus terbuka dari awal. Penerbang menariknya hingga terbuka sambil berlari kecil menuju tepian landasan dan kemudian melayang terbang mengikuti arah angin dang memanfaatkan perbedaan temperatur untuk naik ke udara yang lebih hangat.

tempat-wisata-di-puncak

Perasaan saat melangkah tanpa dasar di tepi landasan inilah yang menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi saya saat mencoba paralayang ini. Adrenalin terpacu beberapa saat sampai akhirnya perasaan aman kembali ketika kami melayang di udara. Terpaan angin dan hangatnya udara pagi sangat kontras terasa di antara hijaunya pandangan mata di sekitar puncak. Beberapa kali naik, meliuk ke kanan dan kiri hingga akhirnya mendarat di tempat yang telah disediakan.

paralayang-puncak-bogor

Paralayang sebagai rekreasi sangat terbuka bagi siapa saja yang menginginkannya, terutama yang suka tantangan dan berani untuk mencoba hal yang baru, kecuali wanita hamil dan yang berpenyakit jantung karena dikhawatirkan dapat membahayakan jiwanya. Biayanya yang sekitar 300.000-400.000 rupiah bisa dibilang tergolong mahal hanya untuk merasakan sensasi selama 5-15 menit tergantung pada kondisi cuaca dan angin, namun semua ini terbayar dengan pengalaman yang sangat berkesan, mengarungi angkasa, melihat bumi dari sudut pandang yang berbeda, dan menjadi cerita tersendiri di kemudian hari.