Merasa bosan dengan hiking atau lari di jalanan ibu kota dengan aspal, asap kendaraan bermotor dan rute yang monoton? Hmm, berlari melintasi hutan dan semak belukar, berlari di atas gunung dan bukit, atau berlari melintasi jalan setapak dan sungai bisa menjadi pertimbangan alternatif untuk mencari suasana baru. Dikenal sebagai Trail Running yang lebih dikenal luas dengan nama lari lintas alam, ini adalah kali kedua saya mengikutinya, setelah awal tahun mengikuti acara Tahura Trail Running Race di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Bandung, Jawa Barat.

Kali ini tak jauh dari Jakarta saya bergabung dengan teman-teman baru di Trail Runners Indonesia berkumpul dan memulai lari dari Taman Budaya Sentul City. Berlari melintasi kombinasi jalanan berbatu, aspal, lumpur, sungai, hingga padang ilalang menuju KM 0 dan berlanjut ke Gunung Pancar sebelum akhirnya kembali ke Taman Budaya. Acaranya seru, fun, dan memacu adrenalin karena ada beberapa bagian jalan yang perlu ekstra hati-hati saat melewatinya. Lari kali ini diawali dengan keceriaan, penuh antusias dan diakhiri dengan kegembiraan dan bertemu dengan teman-teman baru dengan hobi yang sama. Dan menumpang pick-up bak terbuka setelah berlari sekitar 18 KM untuk kembali ke Taman Budaya menjadi bagian yang tidak terlupakan.

trail-running-01

Berfoto di KM 0

trail-running-02

Bersiap ke Gunung Pancar

Bagi pelari yang ingin mencoba Trail Running, terutama untuk pemula seperti saya, ada 5 tips yang perlu dipersiapkan.

Sepatu Trail

Sangat disarankan untuk menggunakan sepatu trail dengan alas yang di desain khusus agar lebih nyaman saat berlari, namun jika belum punya karena baru pertama kali mencoba, gunakan sepatu yang nyaman dan siap kotor, karena medan yang akan dilalui akan sangat bervariasi, terutama saat musim hujan.

trail-running-03

Beristirahat Sejenak

Makanan Ringan & Minuman

Roti, cokelat, air mineral dan isotonik adalah beberapa makanan yang perlu disiapkan, agar tubuh mempunyai cukup energi dan mencegah dehidrasi saat berlari. Tidak seperti berlari di kota yang lebih mudah menemukan warung, berlari di alam perlu persiapan yang lebih, belum ada 7-Eleven atau Alfamart di atas bukit. Bagi yang mempunyai hidrobag bisa dibawa untuk memudahkan rehidrasi saat berlari.

trail-running-04

Warung Terakhir

UV Protection

Untuk menghindari sengatan matahari yang bisa membuat kulit terbakar, gunakan pelindung seperti topi, sun block, sun glasses, atau long sleeve. Bagi yang nyaman menggunakan jaket atau wind breaker bisa dipakai untuk menahan angin ketika berlari.

Power Bank

Berlari di alam mungkin membuat baterai ponsel lebih cepat habis karena masih banyak titik yang tidak terkena sinyal, kita bisa saja mematikan selular dan hanya menggunakan GPS untuk merekam track, namun jika ingin tetap terhubung dengan kerabat atau orang-orang tercinta, membawa power bank adalah pilihan yang tepat. Kita tidak tahu dimana sinyal akan diterima oleh ponsel kita. Menjaga ponsel tetap menyala juga sangat bermanfaat saat terjadi keadaan darurat misalnya cedera atau tersesat.

Menjaga Semangat

Yang terakhir adalah semangat dan menjaga semangatnya. Berlari lintas alam memerlukan semangat yang lebih tinggi, selain karena medannya yang lebih berat, kita juga tidak tahu keadaan di depan akan seperti apa. Menjaga semangat perlu terus dilakukan agar tetap fokus di tengah kelelahan. Berbeda dengan berlari di kota, saat menyerah mungkin kita bisa langsung menunggu angkutan umum atau taksi dan kembali pulang. Di alam, kita harus terus berusaha untuk menuju desa terdekat untuk kembali ke tempat semula, dan mungkin perlu menyewa pick-up untuk kembali seperti yang kami lakukan di Sentul kemarin.

trail-running-05

Pemandangan Saat Trail Running

Selamat mencoba Trail Running, bagi pemula yang ingin mencoba bisa mendaftar ke Tahura Trail Running Race 2014 yang akan diselenggarakan tanggal 19 Januari 2014 di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Bandung, Jawa Barat.