Saya ingin berbagi cerita terhadap kejadian yang saya alami pada hari Jumat, tanggal 29 April 2016 yang lalu di Lippo Mal Puri Jakarta Barat.

Pada hari Jumat, 29 April 2016 saya beserta teman berkunjung ke Lippo Mal Puri, Jakarta Barat dan memarkir kendaraan mobil Nissan Grand Livina di area parkir LG dan dekat dengan area parkir Valet, sekitar jam 19.50 hingga 23.20. Usai berkunjung, kami menuju mobil yang terparkir dan tidak melihat adanya keanehan pada fisik kendaraan. Sekilas tidak ada yang mencurigakan, dan mobil masih bisa terbuka dengan remote dan dapat dinyalakan seperti biasa. Lalu sebelum pulang ke rumah, saya mengantarkan teman terlebih dahulu menuju apartemen yang terletak tidak jauh dari Lippo Mal Puri. Saat tiba di area parkir apartemen, alangkah terkejutnya saya beserta teman karena tas yang tersimpan di antara kursi depan dan tengah telah hilang. Tas yang diantaranya berisi Laptop, Ponsel, Paspor, Hard disk eksternal, Kartu ATM, Kartu Kredit, sejumlah voucher dan uang tunai telah dicuri dan hilang dari dalam kendaraan saya. Kami kemudian langsung kembali menuju Lippo Mal Puri untuk melaporkan kejadian tersebut.

Saat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan Lippo Mal Puri, kami baru mengecek dan menyadari bahwa kunci kontak di pintu depan telah dirusak, posisi lubang kunci sudah miring sehingga kunci tidak bisa masuk dan pintu mobil tidak dapat dikunci, baik manual maupun menggunakan remote. Dengan alasan pihak Management Mal sudah tutup, laporan kami hanya diterima dan disuruh datang kembali keesokan harinya saat jam operasional Mal tersebut untuk mengecek kemungkinan aksi pelaku terekam oleh kamera keamanan (CCTV) di area parkir.

Keesokan harinya pada waktu yang telah ditentukan sekitar jam 11 siang, kami kembali datang ke Lippo Mal Puri untuk mendapatkan kabar terbaru dari investigasi yang dilakukan oleh pihak manajemen parkir (Secure Parking) dan manajemen mal tersebut. Lagi-lagi kami terkejut karena di area parkir mal tersebut tidak ada kamera pengawas keamanan yang mengarah ke area parkir. Yang ada hanya kamera yang merekam transaksi di gerbang masuk dan keluar area parkir. Selain kamera keamanan, tidak ada pula petugas keamanan  di area parkir mal tersebut, yang ada hanyalah petugas parkir yang mencatat kendaraan yang parkir di area parkir, petugas keamanan hanya bertugas di area Mal.

Kami menduga bahwa kejahatan ini dilakukan oleh komplotan yang sudah profesional, dimana menurut petugas keamanan yang berada di dalam mal, tidak terdengar suara alarm dari kendaraan saya. Ditambah lagi dengan celah keamanan dengan tidak adanya petugas keamanan di area parkir dan tidak adanya juga kamera pengawas keamanan di area parkir, membuat pelaku leluasa menjalankan aksinya.

Hari Rabu, 4 Mei 2016 kami diundang kembali ke Lippo Mal Puri untuk mendapatkan kabar terbaru terhadap kejadian yang kami alami dan pihak mal mengatakan bahwa tidak ditemukannya hal yang mencurigakan terhadap aktivitas keluar-masuk kendaraan di area parkir tersebut. Tidak puas dengan jawaban tersebut, kami meminta untuk kasus ini agar diteruskan kepada petugas yang berwajib untuk melakukan investigasi lebih lanjut dan malam harinya kami langsung melapor ke Bareskrim Polres Jakarta Barat.

Setelah melapor dan membuat BAP di Polres Jakarta Barat, kami menyampaikan beberapa hal pada manajemen Lippo Mal Puri, diantaranya:

1. Bareskrim mempertanyakan mengapa baru hari ini (4 Mei 2016) melibatkan kepolisian dalam penyelidikan. Hal ini sama dengan pertanyaan saya ketika melapor pada petugas keamanan saat kejadian, mengapa saya sebagai orang awam tidak diarahkan untuk langsung follow up ke kepolisian oleh petugas keamanan saat lapor tepat setelah kejadian. Padahal olah TKP seharusnya bisa langsung dilakukan. Ini salah satu bukti tidak adanya SOP atau prosedur standar terhadap kejahatan yang terjadi di Lippo Mal Puri. Pihak security tempat saya melapor bahkan menyuruh kami untuk kembali esok harinya.

2. Rendahnya penjagaan area parkir, CCTV hanya merekam aktivitas keluar-masuk mobil dan bukan di area parkir, ditambah tidak adanya keamanan dari Secure Parking untuk menjaga area parkir, yang ada hanyalah petugas yang mencatat dan membantu jika terjadi masalah saat hendak keluar area parkir, bukan orang yang mempunyai standar kompetensi pengamanan. Ini bukti bahwa pihak manajemen tidak mempunyai standar keamanan di area parkir, dan menjadi celah yang besar untuk pelaku kejahatan melakukan aksinya di Lippo Mal Puri. Ditambah lagi petugas pencatat bukan orang yang mempunyai kompetensi standar pengamanan.

3. Kasus serupa yang pernah terjadi mewajibkan pengelola parkir untuk mengganti semua bentuk kehilangan di lahan parkir, termasuk di dalamnya kendaraan, isi dalam mobil, dan segala sesuatu yang hilang. (Referensi: https://intilandasparkir.com/2015/01/02/keputusan-ma-mewajibkan-pengelola-parkir-ganti-rugi-kehilangan-kendaraan-di-parkiran/). Update sampai hari ini, kami masih diminta untuk menunggu dan mengikuti proses penyelidikan dari pihak kepolisian.

Saya menuliskan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk kita semua, agar konsumen lebih waspada dalam menyimpan barang berharganya, walaupun berada di mal besar seperti Lippo Mal Puri ini, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan.

Terima Kasih.

Rizky Ardianto

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/erizard/waspadai-kejahatan-pencurian-barang-berharga-di-area-parkir-lippo-mal-puri-jakarta-barat_5735a0498923bd4809bce072